PALEMBANG – Sebagai wujud komitmen dalam menjaga standar kualitas pendidikan vokasi yang unggul, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Agenda strategis ini dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik dan dihadiri oleh jajaran pimpinan penting, termasuk Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M), serta seluruh Ketua Jurusan (Kajur) dan Sekretaris Jurusan (Sekjur) di lingkungan Polsri.
Dalam sambutannya, Wakil Direktur I Bidang Akademik menekankan bahwa RTM bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum tertinggi untuk mengevaluasi efektivitas sistem manajemen mutu yang telah berjalan.
“Kualitas layanan tidak hanya dilihat dari sisi akademik semata, tetapi juga bagaimana tata kelola, sarana prasarana, hingga iklim kampus dirasakan oleh seluruh civitas akademika. RTM ini adalah momen bagi kita untuk membedah hasil survei kepuasan pemangku kepentingan secara transparan dan objektif,” ujarnya saat membuka acara.
Fokus Evaluasi Komprehensif Pertemuan ini menyoroti hasil pengukuran instrumen survei yang mencakup dua perspektif utama. Pertama, dari sisi Dosen dan Tenaga Kependidikan, evaluasi difokuskan pada pemahaman Visi Misi, dukungan Sumber Daya Manusia, hingga keandalan Sistem Informasi (Perceived Usefulness). Kedua, dari sisi Mahasiswa, pembahasan mencakup efektivitas pembelajaran (Teaching and Learning), layanan akademik (Academic Advising), hingga keamanan dan kenyamanan lingkungan kampus (Campus Safety and Climate).
Kehadiran Kepala P2M dalam rapat ini menjadi sinyal kuat bahwa Polsri juga menempatkan aspek penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai indikator mutu yang tidak terpisahkan dari proses pengajaran. Sinergi antara P2M dan bidang akademik diharapkan mampu meningkatkan skor akreditasi institusi ke depannya.
Peran Strategis Jurusan Sementara itu, para Ketua Jurusan (Kajur) dan Sekretaris Jurusan (Sekjur) yang hadir berperan sebagai ujung tombak eksekusi perbaikan. Dalam sesi diskusi, para pimpinan jurusan memberikan masukan terkait kondisi riil di lapangan, mulai dari kelayakan sarana laboratorium hingga efektivitas layanan administrasi kemahasiswaan.
“Validitas dan reliabilitas data yang kita bahas hari ini menjadi landasan kebijakan kita besok. Kita ingin memastikan bahwa setiap keluhan dan masukan dari survei mahasiswa maupun dosen segera ditindaklanjuti dengan rencana perbaikan yang konkret,” tambah Wadir I.
Rapat ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk menindaklanjuti temuan audit dan hasil survei kepuasan, guna mewujudkan layanan pendidikan Polsri yang lebih adaptif, responsif, dan berkualitas global.